Almeri Oud, brand wewangian berbahan dasar kayu Gaharu Indonesia, menunjukkan komitmennya dalam membawa komoditas unggulan Nusantara ke panggung yang lebih luas.
Dipimpin oleh pendirinya, Sintha, Almeri Oud menghadirkan produk-produk Dupa Gaharu atau yang sering dikenal sebagai Oud Bakhoor, pengharum ruangan dan linen, pengharum mobil, hingga parfum oud, seluruhnya diracik dari hasil kekayaan alam dan budaya Indonesia yang berpadu indah dengan budaya Arab.
Dalam penjelasannya, Sintha mengatakan bahwa bisnis Almeri Oud berawal dari ekspor kayu Gaharu pada tahun 2016.
Tiga tahun kemudian, mereka membuka toko ritel pertamanya di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Karena kecintaannya terhadap produk wewangian gaharu, di masa Pandemi tepatnya 2021 justru menjadi titik awal transformasi besar Almeri Oud, yaitu merambah hilirisasi produk gaharu (oud).

“Kami mulai membuat bakhoor, produk pengharum ruangan berupa oud Aromatic Diffuser dan Room & Linen Spray di awal tahun 2021 dan langsung mendapatkan kesempatan bekerjasama dengan salah satu hotel bintang 5 di Jakarta, kemudian di tahun-tahun selanjutnya kami terus berinovasi mengembangkan pengharum mobil, parfum, dan berbagai aksesori oud (gaharu) seperti tempat pembakaran dupa,” ujar Sintha.
Semua produk tersebut dibuat olehnya bersama pengrajin lokal dengan memperhatikan kualitas dan nilai budaya. Almeri Oud menggunakan resep keluarga dari Yaman yang dipadukan dengan Budaya serta minat pasar Indonesia, setiap aromanya memiliki cerita unik terinspirasi dari cerita bersejarah ataupun objek warisan budaya. Inilah yang juga menjadikan setiap produk Almeri Oud tidak hanya dapat digunakan saat momen spesial seperti Ramadan ataupun upacara pernikahan, tapi juga dapat digunakan sehari-hari sebagai media relaksasi.
Mengangkat Potensi Gaharu Indonesia
Sintha mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi Gaharu yang sangat besar, tersebar dari Sabang hingga Merauke, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Papua dengan karakternya masing-masing. Ironisnya, produk hilirisasi justru banyak dilakukan di luar negeri.
“Di Arab saja, mereka bisa membuat hilirisasi produk Gaharu dari Indonesia. Orang Indonesia datang ke Arab membeli produk Gaharu (Oud) yang bahan bakunya dari Indonesia, kemudian dibawa pulang ke negara kita sebagai souvenir. Mengapa kita yang di Indonesia tidak membuatnya untuk mengurangi kebocoran ekonomi?” ungkapnya.

Inilah yang melahirkan tagline “A Blend of Heritage”, menggambarkan perpaduan budaya Indonesia dan Arab dalam setiap produknya.
Salah satu produk andalan Almeri Oud adalah Bakhoor Al Khaleej, dupa Gaharu Merauke yang dipadukan dengan fragrance oil khas racikan Almeri Oud. Terinspirasi dari keindahan Jazirah Arab, bakhoor ini mengajak penggunanya seolah menjelajah tujuh negara di kawasan Semenanjung Arab.
Selain itu, Almeri Oud juga menghadirkan aksesori unik dari kayu jati dengan teknik batik kayu bermotif Kawung—identitas budaya Jawa yang dibawa langsung oleh Sintha sebagai putri Jogja. Produk lain yang diminati konsumen adalah linen spray berbahan dasar minyak Gaharu.
Menurut Sintha, keunikan Almeri Oud terletak pada aroma yang eksklusif, kualitas bahan, serta cerita di balik setiap produk.
“Setiap wewangian kami mencerminkan satu tempat atau momen. Ada Al Hada yang terinspirasi dari kawasan pegunungan Al Hada di Taif-Saudi Arabia, menggunakan Taif rose sebagai komoditas unggulan Saudi Arabia dan minyak Gaharu Kalimantan,” katanya.
Ia memastikan bahwa aroma di Almeri Oud tidak akan ditemukan di tempat lain karena proses blending khusus yang mereka kembangkan sendiri.

Teknik Marketing dan Pasar Internasional
Berawal dari offline store, Almeri Oud mendapat perhatian dari hotel-hotel bintang lima untuk kolaborasi hampers dan kesempatan pameran produk juga mengharumkan hotel selama bulan Ramadan. Dari situ, mereka pun memperluas pemasaran ke ranah digital.
Pasar Almeri Oud sangat kuat di kalangan pecinta Gaharu, industri pariwisata seperti hotel, restoran, operator tur, hingga wisatawan mancanegara. Untuk kayu Gaharu, ekspor telah banyak dilakukan ke negara-negara Arab.
Sementara untuk produk hilirisasi, wisatawan mancanegara mayoritas dari Saudi Arabia kerap membelinya langsung sebagai souvenir atau oleh-oleh eksklusif untuk dibawa pulang ke negara mereka.
Bagi Almeri Oud, kemasan adalah elemen vital. Mengusung bahan ramah lingkungan dengan pola-pola khas Arab, setiap kemasan dirancang agar langsung menyampaikan cerita tanpa perlu banyak tulisan.

“Kami memberi nilai tambah pada kemasan seperti kotak kayu jati dan velvet box yang bisa digunakan kembali. Jadi tidak hanya indah, tapi juga fungsional dan reuseable,” jelas Sintha.
Ia menegaskan untuk pasar online, tampilan kemasan memegang peran sangat penting, dinilai 10 dari 10.
Sintha berharap Almeri Oud dapat terus memperluas jaringan dan kolaborasi, tak hanya dengan sektor perhotelan, tetapi juga dengan industri lain seperti fashion dan pelaku bisnis kreatif lainnya.
“Kami ingin mengadakan lebih banyak workshop, bukan hanya parfum, tetapi juga sharing knowledge bagi mereka yang tertarik masuk ke bisnis serupa,” tuturnya.
Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 220
Simak liputan Kabari dibawah ini

