Berawal dari kecintaan terhadap budaya sendiri, Ernawati mendirikan PT Rasa Rosha Indonesia pada tahun 2010 dengan membawa misi sederhana namun bermakna, yakni melestarikan kuliner khas Betawi agar tetap dikenal lintas generasi.
Melalui brand Rosha Batavia, ia menghadirkan berbagai makanan dan minuman tradisional sebagai oleh-oleh khas Betawi yang dikemas lebih modern tanpa menghilangkan cita rasa autentiknya.
“Saya memilih usaha ini karena saya sendiri adalah orang Betawi asli yang ingin sekali mengangkat kuliner khas Betawi agar semakin dikenal masyarakat,” ujar Ernawati.

Rosha Batavia memproduksi beragam makanan tradisional seperti Akar Kelapa, Kembang Goyang, Biji Ketapang, Dodol Betawi, serta minuman khas seperti Bir Pletok dan Jahe Merah. Di antara seluruh produknya, Bir Pletok menjadi ikon utama yang terus dipromosikan sebagai minuman warisan budaya Betawi.
“Bir Pletok kami jadikan produk unggulan karena minuman ini sudah ada sejak zaman penjajahan dan memiliki sejarah yang panjang. Saya ingin Bir Pletok tidak punah dan bisa dikenal bukan hanya oleh masyarakat Betawi, tetapi juga di seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara,” katanya.
Produk Rosha Batavia dipasarkan dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp35 ribu, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Menurut Ernawati, selain menjaga kualitas rasa, perusahaan juga terus berupaya memperkuat identitas Betawi melalui nama brand Rosha Batavia yang diambil dari nama keluarga Betawi.

Dalam memperluas pasar, Rosha Batavia menerapkan strategi pemasaran melalui berbagai saluran. Selain menjalin kerja sama dengan jaringan ritel dan hotel, perusahaan juga aktif memanfaatkan platform digital seperti TikTok, Instagram, marketplace, hingga Google Maps untuk memudahkan konsumen menemukan produk mereka.
“Kami juga rutin mengikuti berbagai pameran, baik di dalam maupun luar negeri, seperti di BSD, JIExpo, JCC, hingga pameran di Malaysia dan Bangkok. Lewat kegiatan tersebut kami ingin semakin memperkenalkan kuliner khas Betawi kepada masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.
Meski belum rutin meluncurkan produk baru, Ernawati mengaku saat ini lebih fokus menyempurnakan produk yang telah ada, termasuk melakukan inovasi pada kemasan agar semakin menarik di pasar. Ia pun memberi sinyal bahwa Rosha Batavia tengah menyiapkan produk baru yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.
Untuk pengembangan usaha, Rosha Batavia menargetkan perluasan jaringan distribusi dengan menggandeng lebih banyak mitra dan ritel yang belum bekerja sama. Selain itu, perusahaan juga berencana membuka cabang baru di lokasi yang lebih strategis agar pelanggan lebih mudah memperoleh produk khas Betawi tersebut.

“Target kami tahun ini adalah memperluas kerja sama dengan berbagai mitra dan ritel, serta membuka cabang baru agar masyarakat lebih mudah menemukan produk Rosha Batavia,” ungkap Ernawati.
Di balik perkembangan usahanya, Rosha Batavia masih menghadapi tantangan, terutama dalam mewujudkan ekspor produk ke pasar internasional. Salah satu kendala utama adalah pemenuhan berbagai persyaratan sertifikasi, termasuk Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yang menjadi standar keamanan pangan internasional.
“Kendala terbesar kami saat ini adalah menuju pasar ekspor karena banyak regulasi yang harus dipenuhi, salah satunya sertifikasi HACCP. Insya Allah tahun ini kami sedang mengejar target agar sertifikasi tersebut dapat segera kami miliki,” tutup Ernawati.
Simak liputan Kabari dibawah ini

