Di usia yang masih sangat muda, Francine Marilyn Sie menunjukkan prestasi luar biasa di bidang olahraga maupun akademik.
Diperkenalkan pada olahraga ice skating sejak usia enam tahun, Francine memulai perjalanannya dengan penuh tantangan dan rasa takut. Namun, pengalaman jatuh bangun di arena es justru membentuk karakter kuat yang membawanya meraih banyak pencapaian hingga saat ini.
“Awalnya saya sering jatuh dan merasa ragu, tapi dari situ saya belajar untuk bangkit lagi dan mencoba lebih baik,” ungkap Francine.

Perjalanan panjangnya di dunia ice skating membuahkan hasil membanggakan. Seperti meraih medali emas di International Championship Series Final, Chiangmai Thailand 2024, Indonesia Ice Skating Open 2025, Skate Indonesia 2025 dan Indonesia National Ice Skating Championship 2026.
Menurut Francine, ice skating bukanlah olahraga yang mudah. Dibutuhkan keberanian, disiplin, dan mental kuat untuk terus berkembang.
“Ice skating mengajarkan saya arti keberanian, disiplin, semangat kompetitif, dan bagaimana terus bertahan meski lelah atau ingin menyerah,” katanya.

Dalam dunia Taekwondo, Francine berhasil meraih emas (Juara 1) Menpora Cup 2024, Emas (Juara 1) di Kejuaraan Indonesia Taekwondo Championship Gubernur Cup-19 Maret 2023.
Kesuksesan Francine tidak hanya datang dari latihan keras, tetapi juga dukungan besar dari orang-orang di sekitarnya, terutama sang ibu dan para pelatih yang selalu memberikan motivasi.
“Kombinasi latihan, disiplin, fokus, dan dukungan tanpa batas dari keluarga membuat saya terus percaya diri untuk melampaui kemampuan diri sendiri,” ujar Francine.
Tak hanya bersinar di arena olahraga, Francine juga mencatat sederet prestasi akademik internasional.Ia berhasil meraih medali di Jismo Science Ruby, Math Emerald dan Jismo Legend 1 star, hingga berbagai penghargaan matematika dan sains lainnya spt AMO ( American Mathematics Olympiad), SMC ( Singapore Math Challenge), FISO ( Future Intellegence Student Olympiad), IMEC ( International Mathematic Olympiad, SASMO ( Singapore & Asian School Math Olympiad), HXC ( Hua Xia Cup ) dan lainnya.
Dengan jadwal latihan yang padat, Francine tetap mampu membagi waktu antara sekolah, kursus, dan kompetisi.

“Saya percaya akademik dan olahraga bisa berjalan beriringan dengan hasil yang sama-sama baik,” tuturnya.
Kemampuan akademiknya juga didukung kecerdasan luar biasa dengan IQ 145 berdasarkan skala Wechsler. Sejak Juli 2025, Francine resmi terdaftar sebagai anggota Mensa, organisasi internasional bagi individu dengan tingkat kecerdasan tinggi.
Meski memiliki banyak prestasi, Francine tetap dikenal sebagai sosok ramah dan rendah hati. Ia memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan, keluarga, serta selalu ingin mempelajari hal-hal baru.
“Francine adalah anak yang selalu ingin berkembang setiap hari dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia di sekitarnya,” ungkapnya.
Simak liputan Kabari dibawah ini:

