Judith Bramanti, seorang fashionpreneur berbakat, tengah membawa brand Raditha ke arah yang lebih modern dan inovatif. Dalam wawancara bersama KABARI, Judith berbagi kisahnya dalam mengelola dan mengembangkan Raditha.
Saat itu, Raditha berpartisipasi dalam bazar di Gajah Mada Plaza, sebuah kolaborasi antara Gajah Mada Plaza dan IFC Community (Indonesian Fashion Chamber). Sebagai bagian dari komunitas ini, Judith mengaku sangat bersyukur bisa bergabung dengan berbagai brand fashion ternama lainnya.
“Saya merasa sangat bahagia bisa open booth di sini bersama para senior di industri fashion. Ini menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan Raditha ke pasar yang lebih luas,” ujar Judith.
Transformasi Raditha: Dari Keluarga ke Tangan Anak Muda
Raditha bukanlah brand baru. Berdiri sejak 2021, brand ini awalnya dikelola oleh keluarga Judith sebelum akhirnya ia mengambil alih dan melakukan rebranding.
“Dari Raditha yang sebelumnya ke Raditha yang sekarang, InsyaAllah akan menjadi lebih baik dan lebih kekinian,” kata Judith.
Dengan konsep yang lebih modern, Raditha kini menawarkan berbagai koleksi fashion muslim, termasuk kerudung, mukena, gamis, dan abaya. Salah satu inovasi terbaru dari Raditha adalah kolaborasi dengan seniman lokal untuk menciptakan hijab bermotif lukisan serta desain totebag berbahan perca dengan warna-warna cerah.
Keunikan Raditha terletak pada warna-warna pastel yang lembut dan desain yang detail dengan payet serta lace. Judith menjelaskan bahwa Raditha memiliki dua lini utama:
Casual Modern – Gaya kekinian yang nyaman dipakai sehari-hari.
Ikonik Elegan – Sentuhan klasik dengan desain simetris yang tetap stylish.
Raditha menyasar perempuan muda dan profesional kreatif berusia 22–45 tahun. Judith memastikan bahwa setiap produk Raditha dibuat dengan standar kualitas tinggi, mulai dari pemilihan bahan hingga teknik jahitan yang nyaman dipakai.
Menjaga Eksistensi di Industri Fashion Lokal
Bagi Judith, persaingan dalam dunia fashion bukanlah ancaman, melainkan motivasi untuk terus berkembang. Ia lebih fokus memberikan edukasi kepada konsumen tentang pentingnya mendukung brand lokal dibandingkan fast fashion.
“Brand fashion lokal Indonesia sebenarnya sangat keren dan tidak kalah saing dengan brand global,” tegasnya.
Untuk menghadapi persaingan, Raditha aktif menggunakan media sosial sebagai platform pemasaran dan juga menggandeng mahasiswa dalam berbagai kolaborasi kreatif.
Raditha juga memiliki misi keberlanjutan dalam industri fashion. Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah memanfaatkan limbah kain menjadi produk baru yang lebih ramah lingkungan.
“Saya sedang merancang desain yang minim bahan terbuang, sehingga limbah fashion bisa kita olah kembali menjadi sesuatu yang bernilai,” tutur Judith.
Sebagai fashionpreneur muda, Judith memiliki visi besar untuk Raditha. Ia ingin agar brand ini tidak hanya dikenal sebagai fashion muslim, tetapi juga sebagai brand fashion yang universal dan nyaman digunakan oleh semua orang, baik muslim maupun non-muslim.
“Saya berharap Raditha bisa menjadi pilihan utama masyarakat, bukan hanya karena desainnya, tetapi juga karena kualitas dan nilai yang kami usung,” pungkasnya.
Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 212
Simak wawancara Kabari bersama Judith Bramanti dibawah ini.