Desainer fashion Leny Rafael menghadirkan koleksi terbaru bertajuk “Gama Sundara” melalui label Wou Batik, sebuah koleksi yang lahir dari perjalanan kreatif dan kolaborasi bisnisnya bersama Anton Wibowo.
Koleksi perdana ini diluncurkan bertepatan dengan Hari Batik Nasional, menjadi simbol pertemuan dua kota budaya, Solo dan Jakarta, dalam satu rangkaian busana batik yang modern dan relevan dengan pasar masa kini.
Leny mengungkapkan, inspirasi utama koleksi Gama Sundara berangkat dari proses kolaborasi jarak jauh antara dirinya yang berbasis di Jakarta dan Anton Wibowo di Solo.
Perbedaan latar kota tersebut justru menjadi kekuatan dalam menciptakan motif batik yang unik, melalui penggabungan warna, filosofi, serta karakter visual khas Solo dan Jakarta. Motif-motif batik dalam koleksi ini dirancang khusus untuk mencerminkan perjalanan, sinergi, dan keberagaman budaya Indonesia.

Dalam setiap koleksinya, Leny Rafael selalu berupaya memadukan unsur tradisional batik dengan sentuhan modern. Mulai dari pemilihan motif, warna, hingga cutting busana dibuat agar fleksibel dan mudah dipadupadankan.
Target market Wou Batik pun cukup luas, mulai dari anak muda, wanita karier, young business woman, mahasiswi, hingga seniman dan pecinta wastra Indonesia. Tak hanya fokus pada desain dan siluet, Leny juga menaruh perhatian besar pada harga agar tetap terjangkau dan bisa diakses oleh berbagai kalangan.
Koleksi Gama Sundara sendiri merupakan lini ready to wear yang dapat digunakan oleh perempuan berhijab maupun non-hijab. Dalam seri ini terdapat tiga volume utama. Volume pertama mengusung warna-warna tanah yang dikombinasikan dengan bahan jeans atau denim, tetap menghadirkan sentuhan wastra Indonesia dengan filosofi busana seperti kutu baru yang dimodernisasi agar lebih kasual dan kekinian.

Volume lainnya terinspirasi dari motif khas Solo seperti truntum, dipadukan dengan elemen bunga-bunga yang merepresentasikan Jakarta. Selain itu, koleksi ini juga menghadirkan gamis dan gaun muslim sederhana, celana kulot, kemeja pria, serta berbagai item yang mudah di-mix and match.
Sebagai desainer, Leny Rafael memandang perannya penting dalam menjaga warisan budaya batik agar tetap hidup di tengah arus globalisasi. Menurutnya, batik perlu terus dikembangkan dengan memadukan tren yang sedang happening, baik dari sisi bahan, cutting, maupun siluet, tanpa meninggalkan identitas khas Indonesia. Eksplorasi, riset, dan keberanian dalam berinovasi menjadi kunci agar batik tetap diminati generasi muda.

Proses kreatif Wou Batik pun dilakukan secara terstruktur. Setiap tahun, Leny dan tim telah memiliki jadwal produksi yang mencakup penyusunan konsep, pembuatan motif, pembuatan sampel, pemotretan, hingga peluncuran dan pemasaran produk. Koleksi baru diluncurkan secara berkala setiap tiga bulan sekali, dengan riset tren menjadi dasar utama, baik dari segi warna, potongan, hingga kebutuhan pasar, demi menjaga keseimbangan antara kreativitas dan sisi bisnis.
Ke depan, Leny Rafael berharap fashion batik di Indonesia semakin berkembang dan dicintai lintas generasi. Ia ingin menghapus stigma batik sebagai busana yang kuno dan ketinggalan zaman. Dengan hadirnya desainer dan brand lokal yang semakin kreatif dan out of the box, Leny optimistis batik akan terus berevolusi menjadi busana yang modern, keren, dan layak dikenakan di berbagai kesempatan
Simak liputan Kabari dibawah ini.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan
- 5 Cara Tingkatkan Keamanan Siber di Era Digital
- Lugia Rilis Single Baru, Memberi Cinta
- Konferensi Fermentasi Indonesia di La Maison de l’Indonésie Paris Promosikan Warisan Gastronomi Nusantara
- Kolaborasi AstraZeneca Indonesia dan Rumah Sakit Kanker Dharmais Perkuat Diagnostik Presisi Kanker Melalui NGS

