Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Matthew Reguel Ekasakti Sihotang, siswa kelas 6 Global Sevilla Pulo Mas, berhasil menorehkan berbagai pencapaian gemilang di ajang Olimpiade Internasional bidang sains dan matematika.

Matthew mengungkapkan ketertarikannya pada Olimpiade sains dan matematika mulai tumbuh sejak duduk di kelas 4. Awalnya, ia mengikuti program Olimpiade yang disediakan oleh sekolah. Namun, seiring berjalannya waktu, kedua orang tuanya aktif mencari informasi mengenai berbagai Olimpiade internasional lain yang tidak difasilitasi langsung oleh sekolah.

Dari sederet prestasi yang diraih, pengalaman paling berkesan bagi Matthew adalah saat mengikuti SIMSO Final Round 2024 di Thailand. Dalam ajang tersebut, ia berhasil meraih gelar Champion atau nilai tertinggi, sekaligus membawa pulang piala dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Menurut Matthew, kunci utama keberhasilannya meraih banyak medali di bidang sains adalah kebiasaan membaca sejak kecil serta kegemarannya bermain musik. Hal tersebut membantunya menikmati proses belajar dan memahami pelajaran dengan lebih baik.

Dalam kesehariannya, Matthew mampu membagi waktu antara sekolah, persiapan Olimpiade, dan aktivitas lainnya. Ia bersyukur sekolahnya tidak memberikan terlalu banyak pekerjaan rumah, sehingga tugas sekolah bisa diselesaikan lebih awal. Waktu di rumah pun dimanfaatkan untuk belajar musik, bahasa Jerman, dan Mandarin, sebelum fokus belajar materi Olimpiade. Tak ketinggalan Matthew juga memiliki hobi yaitu merangkai lego.

Tantangan terbesar yang dihadapi Matthew adalah harus belajar secara mandiri karena tidak mengikuti les khusus Olimpiade. Materi Olimpiade yang jauh lebih sulit dibandingkan pelajaran sekolah menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan bantuan orang tua dan pemanfaatan teknologi, Matthew terus belajar secara konsisten dan positif.

Motivasi terbesarnya dalam mengikuti berbagai kompetisi adalah keinginannya untuk menjadi orang sukses dan melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah terbaik dunia. Dukungan penuh dari kedua orang tuanya juga menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya.

Ke depan, Matthew bercita-cita menjadi seorang entrepreneur yang bergerak di bidang teknologi, yang menurutnya sangat erat kaitannya dengan sains dan matematika.

Sebagai penutup, Matthew berpesan kepada teman-teman seusianya untuk terus belajar secara konsisten, pantang menyerah, dan tidak takut mencoba hal baru. Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan adalah untuk dinikmati dan memberi nilai bagi diri sendiri serta orang lain.

Simak liputan Kabari dibawah ini