Di usia yang masih sangat belia, Jacqueline Ivory Judith Rahardi sudah menunjukkan tekad besar untuk menapaki dunia olahraga secara serius.

Siswi SD Tunas Karya 2 berusia 11 tahun ini menekuni beragam disiplin, mulai dari balet, renang, ice skating, wushu, hingga gymnastics, sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari rasa penasaran sederhana.

“Awalnya dulu saya lihat di YouTube dan saya ingin jadi atlet. Saya ingin bergelantungan di bar dan saya ingin tampil di PON,” ujar Jacqueline.

Perjalanan Jacqueline dimulai sejak usia sangat dini. Ia mengenal balet di umur dua tahun karena kegemarannya menari, lalu mencoba renang setahun kemudian mengikuti sang kakak.

 Ketertarikannya pada ice skating hadir di usia 4,5 tahun karena sensasi meluncur di atas es. Tak berhenti di situ, di usia lima tahun ia mulai menekuni gymnastics, disusul wushu di usia enam tahun. Setelah pandemi, Jacqueline kembali fokus mendalami gymnastics di usia 9,5 tahun.

Menjalani empat disiplin olahraga tentu bukan hal mudah bagi anak seusianya. Namun, dukungan keluarga menjadi kunci utama.

“Yang membagi jadwal saya Mama saya, karena saya punya banyak kegiatan, jadi Mama yang atur semua jadwal kegiatan saya,” tuturnya.

Kerja keras tersebut berbuah prestasi membanggakan. Di cabang gymnastics, Jacqueline berhasil meraih Juara 1 di berbagai ajang, termasuk kompetisi INA dan Jabar Open.

 Sementara di ice skating, ia telah tiga kali menyabet gelar Best Performance dalam kompetisi tahunan. Salah satu pengalaman paling menantang baginya adalah saat tampil di Jabar Open 2025, ketika ia baru naik ke level 6 gymnastics.

Di ice skating, tantangan datang saat harus bersaing dengan sekitar 300 atlet, namun tetap mampu keluar sebagai peraih Best Performance.

Dalam perjalanan kariernya, Jacqueline mengaku terinspirasi oleh orang-orang terdekat. “Yang menginspirasi adalah Mama dan teman-teman saya yang saya lihat,” katanya.

 Prinsip hidup yang selalu ia pegang pun sederhana namun kuat: “Jangan pernah putus asa dan selalu bekerja keras dalam hal apa pun.”

Ke depan, Jacqueline menyimpan mimpi besar. Di gymnastics, ia bercita-cita tampil di SEA Games, PON, hingga Olimpiade.

Sementara di ice skating, targetnya adalah lulus Visa 10 dan tes senior. Ia pun menyampaikan pesan positif bagi generasi muda yang ingin menekuni dunia olahraga: “Jangan pernah putus asa, terus kerja keras, dan selalu sabar dalam hal apa pun.”

Simak liputan Kabari dibawah ini