Mobil Pintar Cinta Sehat Cerah menjadi salah satu inisiatif inspiratif yang lahir dari kepedulian para tenaga kesehatan Jawa Barat terhadap masa depan anak-anak di pelosok daerah.
Program ini digagas oleh komunitas Cinta Sehat Cerah yang beranggotakan dokter spesialis, dokter umum, perawat, ahli gizi, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya dengan tujuan membawa layanan kesehatan serta pendidikan dasar langsung ke wilayah yang sulit dijangkau.
Koordinator Lapangan, Enny Handayani atau yang akrab disapa Teh Iis, menceritakan bahwa ide Mobil Pintar bermula ketika tim sedang melakukan pelayanan kesehatan ke daerah-daerah terpencil. Dalam proses itu, ia melihat banyak anak yang kurang memiliki akses kegiatan edukatif dan bacaan.
“Saya melihat anak-anak ini, apa yang saya bisa lakukan untuk mereka? Lalu saya teringat teman saya di Surabaya yang memiliki program mobil pintar. Saya telepon dan meminta satu unit untuk dibawa ke Jawa Barat,” jelasnya.
Permintaan itu direspons positif dan menjadi awal bergeraknya Mobil Pintar dari satu pelosok ke pelosok lainnya.
Dari Kepedulian, Lahir Gerakan
Latar belakang utama program ini adalah rendahnya kemampuan membaca sebagian anak di daerah terpencil. Teh Iis mengungkapkan bahwa masih ada anak kelas 4 SD yang belum bisa membaca.
Kondisi ini memicu komunitas Cinta Sehat Cerah untuk bergerak, memberikan stimulus pendidikan sekaligus membuka akses bacaan sederhana bagi anak-anak.
Namun, tantangan muncul karena sebagian besar buku donasi berbahasa Inggris, sementara anak-anak lebih membutuhkan buku bacaan dasar berbahasa Indonesia.
“Jangankan bahasa Inggris, buku bacaan bahasa Indonesia saja masih sulit mereka dapatkan,” ujarnya.
Mobil Pintar hadir dengan visi mencerdaskan anak Indonesia melalui pendekatan kreatif, menyenangkan, dan mudah dijangkau. Anak-anak diajak lebih percaya diri, berani, dan siap menghadapi dunia luar. Mereka tidak hanya membaca, tetapi juga berkreasi, mewarnai, serta menggambar langsung di lapangan.
Program yang Dekat dengan Dunia Anak
Saat ini, Mobil Pintar rutin menghadirkan berbagai aktivitas seperti: Membaca buku gratis, Mewarnai dan menggambar, Storytelling atau sesi membaca bersama. Pembagian goodybag berisi makanan sehat atau alat belajar jika tersedia donasi
“Yang membuat kami semangat adalah saat mobil pintar datang, anak-anak itu sudah menunggu,” cerita Teh Iis. Banyak dari mereka yang meminta dibacakan cerita karena kemampuan membaca yang masih terbatas. Momen itu menjadi pengalaman emosional sekaligus motivasi bagi tim untuk terus bergerak.
Di wilayah Bandung dan sekitarnya, antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mobil Pintar bukan hanya menjadi tempat aktivitas, tetapi juga simbol perhatian dan harapan.
Teh Iis menekankan bahwa anak-anak sebetulnya hanya perlu difasilitasi dan distimulasi agar kemampuan mereka berkembang.
Ke depan, ia dan komunitas Cinta Sehat Cerah berharap setiap provinsi memiliki setidaknya satu unit Mobil Pintar. “Syukur-syukur bisa ada satu di setiap kecamatan. Itu keren banget,” harap Teh Iis.
Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 220
Simak liputan Kabari dibawah ini

