Di sebuah sudut Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Dalang 2, aroma masakan Betawi menyeruak hangat dari Warung Mpok Utin.

Di balik sederet menu rumahan, berdiri sosok Mpok Utin perempuan Betawi tulen yang merawat warisan rasa sejak kecil hingga kini menjadi usaha kuliner.

“Sebenarnya saya jualan sudah dari dulu, dari kecil malah ikut orang tua saya. Almarhum emak saya juga dagang seperti ini,” tutur Mpok Utin.

 Awalnya, ia hanya melayani pesanan secara online atau sistem open PO. Namun dorongan sang anak menjadi titik balik. “Anak saya bilang, ‘Daripada Mama online, mending buka warung saja.’ Akhirnya saya setuju, dan Alhamdulillah sampai sekarang,” ujarnya.

Nama Warung Mpok Utin dipilih bukan tanpa alasan. Selain sederhana, nama itu menjadi penanda kedekatan dengan para pelanggan.

“Supaya mudah diingat dan kebetulan saya juga yang masak, jadi saya pakai nama sendiri,” jelasnya. Konsep masakan Betawi pun hadir secara alami. “Saya orang Betawi tulen. Orang tua dan nenek saya asli Betawi, jadi sudah pasti saya pilih masakan Betawi,” tambahnya.

Soal menu, Warung Mpok Utin menawarkan ragam hidangan yang jarang ditemui di tempat lain. Mulai dari Tumis Jantung Pisang, Tumis Daun Pepaya, Tumis Daun Kencur, hingga Soto Betawi dan Sop Iga.

 Namun, ada dua menu yang paling diburu pelanggan. “Menu andalan kami Pecak Nila. Selain itu ada Gabus Pucung, rasanya sudah langka seger, pedas, dan asem,” katanya.

Di tengah ketatnya persaingan kuliner, Mpok Utin memilih bertahan dengan prinsip sederhana.

“Yang nomor satu itu rasa. Insya Allah rasa masakan dan pelayanan yang bikin orang balik lagi,” ucapnya. Ia mengakui, perjalanan usaha ini tak selalu mulus. “Pernah juga setelah tiga bulan jalan, kami mengalami kesulitan. Akhirnya media sosial saya naikin lagi, Alhamdulillah pelan-pelan naik,” kenangnya.

Ke depan, harapan Mpok Utin tak muluk-muluk. “Semoga makin laris, pelanggannya banyak, dan rezekinya lancar,” katanya.

Rencana penambahan menu sudah ada, terutama menjelang bulan puasa. Sementara soal membuka cabang, ia memilih realistis. “Untuk sekarang fokus di sini dulu,” tutupnya.

Simak liputan Kabari dibawah ini.