Di usia 13 tahun, Nabilah Syakirah Jamalludin telah menapaki perjalanan yang penuh semangat sebagai atlet muda bulu tangkis.
Siswi kelas 9 Jubilee School ini mengawali langkahnya bukan dari ambisi besar, melainkan dari rasa penasaran yang sederhana.
“Awalnya pas 3 tahun yang lalu aku ikut bulu tangkis cuma iseng-iseng doang, cuma buat have fun,” ujarnya. Namun, hobi itu berubah menjadi motivasi ketika ia melihat banyak pemain hebat yang mampu meraih prestasi.

“Aku lihat banyak orang yang jago main bulu tangkis, aku jadi tertarik. Kapan ya aku bisa main bulu tangkis kayak mereka,” tambahnya penuh antusias.
Ketertarikan Nabilah pada olahraga ini juga datang dari lingkungan terdekatnya. Teman-teman yang berprestasi membuatnya ingin terus berkembang.
“Aku lihat teman aku yang jago mainnya terus mereka bisa juara, jadi aku terinspirasi dari mereka. Aku pengin mau coba-coba juga bisa jadi atlet,” katanya. Semangat tersebut terbukti membuahkan hasil melalui sejumlah prestasi yang berhasil diraihnya dalam berbagai kategori.
Prestasi demi prestasi ia ukir dalam usia yang masih muda. “Aku pernah meraih juara membawa nama sekolah Jubilee School, aku juara 1 dan waktu itu ikut empat kategori,” jelasnya.

Bukan hanya di tingkat sekolah, ia juga tampil di ajang Pekan Olahraga Pelajar mewakili Jakarta Utara, serta menjuarai Metro Cup. “Aku bisa meraih juara satu karena aku pede,” ucapnya dengan senyum bangga.
Di balik keseriusan berlatih, Nabilah harus pandai menyeimbangkan waktu dengan sekolah yang padat.
“Aku pintar-pintar mengatur waktu. Kadang kalau ada tugas sekolah aku kerjain di mobil, atau datang pagi-pagi ke sekolah buat ngerjain,” ungkapnya.
Dukungan dari sekolah dan guru turut membantunya tetap fokus berlatih tanpa melupakan tanggung jawab akademik.
Soal idola, Nabilah punya dua sosok yang memberinya motivasi. Dari Indonesia, ia mengagumi Gregoria Mariska Tunjung. “Dia main singlenya bagus dan aku dapat motivasi dari dia juga,” katanya. Sementara dari Jepang, ia menyukai Chiharu Shida karena gaya permainan gandanya yang kuat sekaligus lucu.

“Dia ada tingkah randomnya kalau main ganda,” ujar Nabilah.
Salah satu pengalaman paling berkesan baginya terjadi ketika bertanding di Pon Prov. Ia bercerita penuh semangat, “Set ketiga aku agak nervous, tapi akhirnya menang 11–9. Terakhir kelas set itu aku deuce 5 kali dan aku beneran berhasil. Aku kaget, aku selebrasi dan sujud karena berhasil mewakili Jakarta Utara se DKI,” kenangnya.
Bagi Nabilah, perjalanan ini baru permulaan. Ia menyimpan mimpi besar yang ingin diwujudkan suatu hari nanti.
“Rencana ke depannya aku targetnya biar bisa ikut turnamen di Olimpiade dan menginspirasi generasi muda lainnya,” tuturnya.
Simak liputan Kabari dibawah ini.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- “Tribute to Erros Djarot” – Musisi Lintas Generasi Rayakan Karya-Karya Sang Maestro di Java Jazz Festival 2026
- 25 Tahun Janji Suci Yovie & Nuno
- Jon Batiste Tampil Berkilau di Java Jazz Festival 2026
- Mahasiswi UIC College Rilis Lima Lagu dan Garap Soundtrack Film di Tengah Kesibukan Kuliah
- DWP2026 Kembali ke Tempatnya Semula

