Nayyara Azarine Farrashila, yang akrab disapa Arin, memandang keberhasilannya meraih gelar Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2025 sebagai sebuah pencapaian yang istimewa. Gelar tersebut menjadi tonggak berharga dalam perjalanannya, mengingat ajang tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi berskala besar.

Bagi Arin, kepercayaan yang diberikan kepadanya bukan sekadar sebuah penghargaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya karena telah diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk mengemban titel Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2025. Hingga saat ini, saya masih kerap merenungkan perjalanan tersebut dengan rasa syukur dan takzim, mengingat ini merupakan kompetisi besar pertama yang saya ikuti. Saya sangat bahagia dan bersyukur atas kesempatan yang luar biasa ini,” ujar Arin.

Selama menjalani rangkaian kompetisi, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia tersebut mengaku memperoleh banyak pelajaran berharga, terutama mengenai keberagaman karakter manusia serta pentingnya menghargai setiap perbedaan.

Menurutnya, pengalaman tersebut memperluas cara pandangnya dalam berkomunikasi, memahami orang lain, serta menumbuhkan empati terhadap lingkungan sekitar.

“Saya menjadi lebih mampu melihat dan menghargai keberagaman di sekitar saya. Saya bertemu dengan begitu banyak pribadi yang unik dengan latar belakang yang berbeda-beda. Dari sana, saya belajar banyak hal, mulai dari komunikasi, keberagaman, hingga bagaimana mengasah empati terhadap sesama,” tuturnya.

Ajang Puteri Remaja Indonesia juga membuka peluang bagi para finalis untuk mengenal dunia hiburan dan industri kreatif. Kendati demikian, Arin menegaskan bahwa dunia entertainment bukanlah tujuan utama yang ingin dikejarnya.

Baginya, setiap kesempatan yang hadir seyogianya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperluas dampak positif, khususnya melalui kegiatan edukatif, sosial, dan pengembangan diri.

“Saya tentu bersyukur apabila mendapatkan kesempatan di dunia entertainment. Namun, bagi saya, hal tersebut bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana setiap kesempatan dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan sesuatu yang positif, edukatif, dan bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Di tengah berbagai peluang yang terbuka, Arin saat ini memilih untuk lebih memfokuskan diri pada pengembangan kemampuan public speaking. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi merupakan keterampilan esensial yang akan selalu relevan dalam kehidupan sosial maupun profesional.

Generasi muda pun menjadi fokus utama yang ingin ia rangkul, karena ia meyakini bahwa perubahan besar senantiasa berakar dari generasi yang dipersiapkan dengan baik sejak dini.

“Public speaking merupakan keterampilan yang sangat penting karena komunikasi akan selalu menjadi bagian dari kehidupan kita. Melalui kemampuan berbicara, kita dapat menyampaikan gagasan, menginspirasi, serta menghadirkan dampak yang nyata bagi orang lain. Saya memilih generasi muda sebagai fokus utama karena saya percaya bahwa perubahan besar selalu bermula dari usia muda. Saya ingin mendorong teman-teman sebaya untuk berani berkembang dan berani memeluk mimpi-mimpi besar mereka,” jelasnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui platform advokasi yang ia inisiasi, Ruang Asa Bicara, yang mengusung tema Youth Education and Values. Platform tersebut berfokus pada penguatan pendidikan generasi muda sekaligus penanaman nilai-nilai positif sebagai fondasi pembentukan karakter.

Arin berharap Ruang Asa Bicara dapat terus berkembang menjadi ruang yang inklusif, hangat, dan memberdayakan, serta mampu menjangkau lebih banyak generasi muda di berbagai daerah di Indonesia.

“Saya ingin terus mengembangkan Ruang Asa Bicara. Bagi saya, pendidikan dan nilai-nilai kehidupan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ke depan, saya berharap platform ini dapat berkolaborasi dengan sekolah, komunitas, dan berbagai ruang yang menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya generasi muda,” ujarnya.

Lebih jauh, Arin memiliki cita-cita besar untuk menghadirkan dampak yang nyata bagi generasi muda Indonesia. Ia berharap semakin banyak anak muda yang merasa didengar, dihargai, dan memiliki ruang untuk bertumbuh menjadi pribadi terbaik versi dirinya masing-masing.

“Mimpi terbesar saya adalah dapat menghadirkan manfaat yang nyata bagi generasi muda. Saya berharap Ruang Asa Bicara dapat menjadi rumah yang membuat mereka merasa didengar, dihargai, serta memiliki kesempatan untuk berkembang dan menjadi versi terbaik dari dirinya. Karena saya percaya, ketika seorang anak muda diberi ruang untuk bertumbuh, maka di sanalah harapan untuk masa depan yang lebih baik akan lahir,” tutup Arin.

Simak liputan Kabari dibawah ini