Puta Dino Kayangan ikut ambil bagian dalam Green Fashion Show di ajang Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu, 20 Agustus.
Melalui koleksi yang ditampilkan, brand ini menegaskan kepeduliannya terhadap kelestarian alam sekaligus pelestarian budaya.
Anita Gathmir dari Puta Dino Kayangan, menjelaskan bahwa koleksi yang ditampilkan memanfaatkan kain tenun Tidore dengan sentuhan inovatif.

Benang-benang sisa dari alat tenun yang biasanya terbuang diolah kembali menjadi hiasan berbentuk bunga pada busana. Hal ini menjadi simbol kepedulian unuk mengurangi limbah sekaligus menambah nilai estetika.
“Kami menamai tema koleksi ini Borero, yang dalam bahasa Tidore berarti pesan leluhur. Pesan itu adalah ajakan untuk menjaga alam, melestarikan sejarah dan budaya, bekerjasama, serta berbuat baik,” ujar Anita.

Dalam koleksi Borero, Puta Dino Kayangan juga menampilkan bentuk kolaborasi lintas daerah. Tenun Tidore dipadukan dengan material dari berbagai daerah di Indonesia, seperti benang sutera dari Pasuruan, kain rami dan kapas bronis dari Jawa Tengah, serta sutera alam dari Jawa Barat. Kolaborasi ini memperlihatkan semangat gotong royong dalam melestarikan tradisi dan alam.
Tentang acara AIGIS, Anita menilai gelaran ini sebagai langkah positif dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gerakan hijau di industri.

“Menurut saya, AIGIS ini sudah memulai sesuatu yang baik dengan menggandeng perusahaan-perusahaan besar untuk menanamkan sikap melindungi alam. Ini penting agar bumi tetap terlindungi,” katanya.
Melalui busana yang ditampilkan, Anita menyampaikan pesan dari Tidore untuk dunia: menjaga alam demi generasi mendatang.
“Harapan kami, apa yang dilakukan AIGIS bisa menjadi awal yang baik, sehingga anak cucu kita kelak masih bisa merasakan bumi yang tetap terjaga,” tutupnya.
Simak wawancara Kabari bersama Anita Gathmir dibawah ini
Artikel ini juga dapat dibaca di Majalah Digital Kabari Edisi 217

