Fashion designer Yani Halim tengah mempersiapkan langkah akhir dalam perjalanan akademiknya di bidang tata busana dengan menghadirkan koleksi bertajuk Empowered Woman. Koleksi ini menjadi bagian dari tugas akhir yang saat ini memasuki tahap akhir menuju sidang yudisium, sekaligus menandai keseriusannya dalam menekuni dunia fashion.

“Saat ini, sejak pertengahan 2025 saya fokus menyelesaikan tugas akhir di bidang fashion dan sekarang sudah di tahap akhir, sedang menyiapkan koleksi terakhir menuju sidang yudisium,” ujar Yani Halim. Ia menjelaskan, koleksi tersebut terinspirasi dari perubahan busana wanita masa Perang Dunia II, ketika keterbatasan bahan memengaruhi desain pakaian masyarakat.

Mengusung tema Empowered Woman, Yani ingin menyampaikan pesan tentang kekuatan perempuan di masa sulit.

 “Pada masa Perang Dunia II, wanita tidak hanya diam di rumah, tetapi mereka menjadi berdaya—bekerja sebagai buruh pabrik, tenaga medis, hingga ahli konstruksi,” ungkapnya. Tema ini, lanjutnya, menjadi simbol bahwa perempuan tetap tangguh meski berada dalam situasi penuh keterbatasan.

Dari sisi desain, koleksi ini mengusung siluet khas era 1940-an yang dikenal dengan bentuk ramping di bagian pinggang, dada dan pundak yang tegas.

“Saya mengambil siluet fashion tahun 1940 dengan ciri khas ramping di pinggang, dada dan pundak yang membulat, serta detail motif loreng yang merepresentasikan suasana perang,” jelas Yani.

Tak hanya sebagai karya konseptual, koleksi Empowered Woman juga dirancang sebagai busana siap pakai atau ready to wear. Yani menargetkan perempuan karier usia 30 hingga 40 tahun sebagai pengguna utama.

 “Koleksi ini ditujukan untuk wanita karier yang ingin tampil unik dan berbeda, bisa digunakan untuk seminar, fashion show, atau kegiatan sosial,” tambahnya.

Melalui karya ini, Yani berharap dapat menginspirasi generasi masa kini untuk menghargai perjuangan perempuan di masa lalu. “Harapan saya, koleksi ini bisa membuat wanita masa kini menghargai perjuangan perempuan di era Perang Dunia II, sekaligus mengenalkan kembali gaya fashion tahun 1940-an melalui karya saya,” tutupnya.

Simak liputan Kabari dibawah ini