Bagi Veny Lie, Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momentum penting untuk mengingat kembali betapa besar peran pendidikan dalam membangun masa depan bangsa. Sebagai Owner Vens Club Music School sekaligus pengajar piano, Veny menjadikan dunia pendidikan sebagai bagian dari pengabdian hidupnya, khususnya dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus melalui musik.

Menurut Veny, setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional selalu menjadi pengingat baginya untuk terus memberikan kontribusi terbaik kepada para murid. Ia berharap melalui musik, anak-anak dapat mengembangkan bakat sekaligus membangun rasa percaya diri mereka.

“Hari Pendidikan Nasional bagi saya adalah untuk menyemangati diri sendiri agar selalu berkontribusi kepada semua murid. Saya ingin murid-murid bisa mengembangkan bakat mereka dan dapat bermain musik dengan baik,” ujar Veny Lie.

Veny menilai Hari Pendidikan Nasional penting diperingati setiap tahun karena memiliki makna yang sangat mendalam. Selain sebagai penghormatan terhadap jasa Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional, momen ini juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Ini bukan hanya tentang mengenang perjuangan Ki Hajar Dewantara, tetapi juga menjadi momen untuk mengevaluasi apakah akses pendidikan sudah merata dinikmati oleh seluruh anak Indonesia,” katanya.

Sebagai guru yang banyak mengajar anak special needs, Veny mengaku tantangan pendidikan di era modern saat ini cukup besar, terutama dengan berkembangnya sistem pembelajaran digital dan online. Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan interaksi langsung dan pendekatan personal dalam proses belajar.

“Kebetulan saya mengajarkan anak-anak special needs, mereka membutuhkan physical touch yang harus dibentuk secara langsung. Kalau secara online itu lebih sulit karena fokus dan atensi mereka berbeda,” jelasnya.

Ia mengatakan pembelajaran tatap muka jauh lebih efektif dibandingkan video call atau sistem online, karena interaksi langsung membuat anak-anak lebih mudah memahami arahan dan merasa nyaman saat belajar.

“Kalau mereka bertemu langsung biasanya lebih gampang. Sementara sekarang semuanya serba online, itu menjadi tantangan besar bagi kami sebagai guru special needs di Vens Club Music School,” ungkap Veny.

Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat Veny untuk terus mengajar tidak pernah surut. Motivasi terbesarnya datang dari para murid yang memiliki semangat tinggi untuk tampil di atas panggung dan mengikuti berbagai kompetisi musik.

“Saya melihat semangat mereka untuk naik ke atas panggung, bahkan ada beberapa yang mengikuti kompetisi dan menjadi juara. Itu yang membuat saya harus terus semangat mengajarkan mereka,” tuturnya.

Bagi Veny, setiap anak memiliki potensi yang bisa berkembang jika diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat. Karena itu, ia percaya bahwa anak berkebutuhan khusus juga mampu meraih prestasi dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

“Bagi saya anak special needs itu tidak ada yang tidak bisa,” tegasnya.

Di momen Hari Pendidikan Nasional, Veny juga memberikan pesan penuh motivasi kepada seluruh muridnya agar terus semangat belajar dan mengembangkan diri demi meraih cita-cita mereka.

“Tetap semangat belajar, mengembangkan diri, dan tampilkan sisi terbaik agar cita-cita yang diinginkan bisa tercapai,” pungkasnya.

Simak liputan Kabari dibawah ini: