Di tengah tren fashion global dan dominasi brand fast fashion, kebaya tetap memiliki tempat istimewa sampai saat ini.
Hal ini dikatakan oleh desainer FA Diajeng Gusti Pangestuningtyas, pendiri brand Dari Diajeng, yang konsisten mengangkat kebaya sebagai bagian penting dari identitas dan gaya hidup anak muda masa kini, termasuk generasi Z.
Menurut Diajeng, kebaya sejatinya adalah busana keseharian perempuan Indonesia di masa lalu, sehingga sudah semestinya tetap relevan hingga kini. Meski diakui bahwa arus perubahan zaman menggeser banyak aspek budaya lokal, namun ia melihat adanya gerakan para pegiat fashion dan budaya yang terus menghidupkan kembali semangat mencintai kebaya.
“Sekarang sudah banyak penggiat yang mengingatkan generasi muda untuk kembali beridentitas dan berbudaya. Salah satunya adalah lewat kebaya yang dimodifikasi mengikuti perkembangan fashion masa kini. Dan itu yang terus kami kembangkan di Dari Diajeng,” ujar Diajeng.
Untuk menarik minat Gen Z, Diajeng tak hanya berfokus pada desain kebaya tradisional, tetapi juga memadukan berbagai unsur kekinian. “Kami padukan kebaya dengan wastra Nusantara dari berbagai daerah, warna-warna yang berani, serta tren fashion yang sedang berkembang. Aksesoris juga kami sesuaikan agar tampilannya lebih fashionable dan kekinian,” jelasnya.
Namun, melestarikan kebaya di tengah maraknya tren fashion modern bukanlah hal yang mudah. Diajeng menyebut bahwa tantangan terbesarnya datang dari menjamurnya brand fast fashion dan dominasi budaya barat yang banyak digemari anak muda.
“Kami harus berjuang lebih keras agar anak muda sadar bahwa menggunakan kebaya dan wastra buatan UMKM dalam negeri bisa seindah dan sekeren produk luar negeri,” katanya.
Salah satu strategi yang diterapkan Dari Diajeng adalah mengenalkan kebaya lewat fashion show, sesi pemotretan kreatif, dan kampanye visual di media sosial. Harapannya, semakin banyak anak muda yang percaya diri dan bangga mengenakan kebaya sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kebaya bukan hanya milik masa lalu, tapi juga masa depan. Dengan pendekatan yang tepat, kebaya bisa jadi pilihan busana yang stylish, berkarakter, dan penuh makna budaya,” pungkas Diajeng.
Sumber Foto: Istimewa
Baca Juga:
- 80% Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Biaya Hidup
- Vero dan BurdaLuxury Ungkap Bagaimana Fine Dining Mewah di Asia Tenggara Membentuk Gaya Hidup melalui Studi Terbaru
- Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan
- 5 Cara Tingkatkan Keamanan Siber di Era Digital
- Lugia Rilis Single Baru, Memberi Cinta

