“Jadi orang Tionghoa di negeri ini, di masa ini pula, memang serba salah. Walaupun sudah ganti nama, masih juga ditanyakan ‘nama asli’nya kalau mendaftarkan anak ke sekolah atau jika membuat paspor.”Demikian tulis Gus Dur untuk Majalah Editor pada 21 April 1990 dalam sebuah kolom. Kala itu Gus Dur masih menjadi Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).Tulisan itu menunjukan, betapa jauh sebelum menjadi presiden, Gus Dur memberi perhatian bagi kaum minoritas Tionghoa di Indones...
Read more

