San Francisco: (415) 213-7323, Los Angeles (La Habra): (562) 383-2100

Video: Orangtua Bercerai, Nurrohim Lari Dari Rumah

KabariNews - Perceraian kedua orangtuanya membuat Nurrohim tumbuh menjadi anak berandal. Bahkan sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Boim panggilan akrabnya telah lari dari rumah. “Orangtua cerai waktu saya masih SD. Tiap minggu saya berurusan dengan kepolisian, berantem, berebutan lahan parkir di Tanah Abang. Tapi saya termasuk bersyukur, beruntung, di saat saya belum memahami dan membedakan yang baik dan benar, tapi kakek dan keluarga, mereka tetap perhatian dan menyayangi saya dalam ko...

Read more

Video: Nurrohim : Bangun Sekolah Gratis Untuk Kaum Papa

KabariNews - Pernah hidup di jalanan menumbuhkan kepekaan dan empati kepada kaum papa. Nurrohim yang berasal dari keluarga berada ternyata pernah menjalani hidup yang tak biasa. Kenakalan di masa muda menjadi pembelajaran baginya. Tahun 2000, ia memutuskan membangun Sekolah Master Indonesia. Ini merupakan sekolah gratis untuk kaum marjinal, mulai dari pemulung, pengasong dan pengamen. Kini Sekolah Master Indonesia telah berdiri selama 17 tahun, ribuan anak telah berhasil lulus dari sekolah ini...

Read more

Video: Febriana Firdaus : Miris! Masih Banyak Jurnalis Digaji Dibawah UMR

KabariNews - Keberanian dalam meliput kasus-kasus yang tidak biasa, Febriana Firdaus diganjar penghargaan Oktovianus Pogau dari Yayasan Pantau. Febriana berhak mendapatkan penghargaan itu untuk keberaniannya dalam dunia jurnalisme. Menurut Febri, panggilan akrabnya, Oktovianus bukan jurnalis kebanyakan.  Okto sangat vokal dalam menulis tentang Organisasi Papua Merdeka. Okto merupakan anak muda yang berbakat dan memiliki nyali serta keberanian dalam menulis hal-hal yang banyak dihindari para k...

Read more

Video: Pernah Diintimidasi, Febriana Firdaus : Ada Rasa Takut

KabariNews - Menulis kasus-kasus sensitif membuat Febriana Firdaus rawan ancaman. Ia bercerita saat masih menjadi wartawan  Tempo, saat itu ia sedang meliput tentang penganiayaan yang dialami Tama Satria Langkun dari Indonesian Corruption Watch. “Saya bahkan diancam oleh terduga dari pelaku penganiayaan, dan saya memutuskan untuk menginap di kantor Tempo untuk keselamatan,” katanya Setelah kejadian tersebut, Febri justru banyak menulis berita mengenai korupsi, minoritas, dan kasus 1965. “Nalu...

Read more

Video: Berani Menulis Kasus Sensitif, Febriana Firdaus Raih Penghargaan Oktovianus Pogau

KabariNews - Febriana Firdaus, wanita kelahiran Jember, 21 Februari 1983 adalah  jurnalis yang memiliki keberanian. Febri panggilan akrabnya meliput beberapa kasus pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Sejak tahun 2007, ia memulai karir jurnalis di Jawa Pos,  lalu grup Femina, berlanjut di Tempo, dan kantor berita Rappler asal Filipina. Alumni Universitas Airlangga ini baru saja menerima penghargaan dari Oktovianus Pogau. Penghargaan ini diambil dari nama seorang jurnalis dari Papua yang...

Read more

Video: Henny Kristianus Founder Tangan Pengharapan Tinggalkan Kemapanan, Kini Punya 4 Ribu Anak Asuh

KabariNews - Hidup mapan di Negeri Kanguru Australia ditinggalkannya. Memutuskan kembali ke tanah air dan membangun Tangan Pengharapan. Jalan terjal dilewatinya. Meski begitu, wanita kelahiran Jakarta ini tetap teguh pada pendiriannya. Keinginan Henny Kristianus untuk membantu sesama membuatnya tak gentar dengan berbagai masalah yang menghadapnya. Kini satu dekade Tangan Pengharapan berdiri. Lebih dari 4 ribu anak ditolongnya. Bagaimana kisah lengkapnya, Henny berbagi dengan Kabari? Siang itu c...

Read more

Video : Henny Kristianus : Masa Kecil Tidak Bahagia, Masa Lalu yang Pahit

KabariNews - Ceria, kuat, tabah, dan sabar adalah Henny Kristianus masa kini. Namun, ketegaran dan kekuatan yang dimiliki saat ini diperoleh dari kisah masa lalu yang pahit. Perceraian orangtua di usia belia membuat hidupnya kacau balau. “Saya percaya Tuhan mengizinkan saya melewati semua itu sehingga saya hari ini ada karena pengalaman masa lalu yang sulit,” terangnya. Perceraian orangtua ditambah usaha yang bangkrut menjadi pukulan terbesar dalam hidup Henny. “Orangtua saya bangkrut, kemudian...

Read more

Video : Henny Kristianus : Selalu Dicukupi Tuhan

KabariNews - Membangun Tangan Pengharapan tidak mudah. Membutuhkan komitmen yang tinggi. Karena yang diutamakan adalah kepentingan orang banyak. Selama hampir satu dekade membangun Tangan Pengharapan, Henny melihat tangan Tuhan yang selalu menolongnya. Apalagi Tangan Pengharapan tidak memiliki donator tetap. “Donator tetap tidak ada tapi anugerah Tuhan yang selalu tersedia. Tidak pernah kekurangan,” ucapnya optimis. Meski begitu, ada salah satu fase di mana kebutuhan yang sangat banyak tapi da...

Read more